17
Aug
08

Mati karena suatu tujuan, atau hidup tanpa tujuan?

Jikalau aku harus memilih, aku pasti akan memilih mati karena suatu tujuan, karena hidup tanpa tujuan, tentu tak ada gunanya, seolah – olah kita seperti Robot bernyawa? bukankah benar sobat, sebarnya kita hidup mempunyai tujuan, akan tetapi karena keputusasaan, kekecewaan, dan depresi yang akhirnya membuat kita stres, yang membawa kita ke arah hidup tanpa tujuan.

Akan tetapi semua Itu bisa kita lalui, tentunya dengan beberapa kiat hidup, salah satunya Cinta Dan kasih Sayang, bukan indah jikalau kita bisa hidup bersama dan saling berbagi Cinta Dan Kasih Sayang, seolah – olah tidak ada sedikitpun rasa kebencian jikalau kita bisa menerapkan dan menjalani kiat hidup Cinta dan Kasih, beberapa pemuka dalam agama kita memberikan tauladan akan cinta dan kasih sayang, Dari nabi Isa Almasih misalnya, kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri, dan jikalau sesorang menampar pipi kirimu maka berikanlah juga pipi kananmu, ada juga tauladan yang benar – benar murni memiliki cinta dan kasih sayang, nabi Muhamad Alaihi Sallam, dia selalu membalas perlakuan Umar bin Khattab dengan cinta dan kasih sayang padahal sebenarnya perlakuan Umar bin Khattab kepada nabi Muhamad Alaihi Sallam, sangat – sangat tidak menyenangkan, ketika sang nabi sedang berjalan menuju tempat ibadah, tiba – tiba datanglah Umar dan meludahi wajah sang nabi, tidak hanya sekali, tetapi berulang kali, tetapi sang nabi tidak membalasnya dengan ludah juga, akan tetapi dengan Cinta Dan Kasih Sayang, ketika Umar sakit sang nabi dengan segenap perasaan kasih menjenguknya dan membawakanya berkat untuk di makan oleh Umar, setidaknya perilaku mereka para tokoh agama menyontohkan, sikap saling mengasihi sesama umat manusia, tidak akan ada pertempuran jika saling mengasihi, tidak ada juga rasa iri dan benci, akan tetapi kasih murni yang selalu mengalir di hati, membuat hati kita tenang, membawa kita kepada tujuan hidup duniawi dan non duniawi setelah nanti kita mati.

Kembali ket topik kita “MATI KARENA SUATU TUJUAN, ATAU HIDUP TANPA TUJUAN” pejuang kita juga mati karena suatu tujuan, tujuan demi memerdekakan Negara dan Rakyat kita, masyarakat Republik Indonesia, maka kita layak untuk, mengenang, dan melakukan perenungan demi menghormati mereka, kita bisa hidup merdeka seperti ini itu semua juga karena mereka, bayangkan jika mereka dahulu tidak memperjuangkan kemerdekaan, mungkin kitalah yang mati untuk demi memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, maka dari itu saya menyampaikan kepada teman – teman, saudara, sebangsa dan setanah air, demi memperjuangkan bangsa kita dari penjajahan global yang secara langsung tidak bisa di deteksi dan di ketahui secara kasat mata, akan tetapi krisis itu menyerang akhlak muda – mudi di negara kita saat ini, dan kita harus berjuang untuk melawan penjajahan itu, dengan sikap ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, itu akan menjadi benteng yang kuat demi menjaga kita dari serangan dasyat yang menyerang moral kita, masing – masing dari kitalah yang harus bisa menjaga moral dan akhlak kita, demi kebaikan bersama, bila perlu mari kita berperang melawan serangan itu, walapun nantinya kita harus mati misalnya, tidak perlu menjadi masalah, karena kita mati dengan satu tujuan yaitu KEMERDEKAAN moral kita dari serangan krisis moral dan akhlak yang saat ini sedang melanda kita.

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia.

Merdeka…!!!
Danang Arso Yudhono 17 agustus 2008.
Advertisement

0 Responses to “Mati karena suatu tujuan, atau hidup tanpa tujuan?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.